Rencana

Disalin dari status FB tanggal 19 Juni

rencana

Anak-anak udah dititip, semua sudah direncanakan dengan baik supaya ttp bisa ikut taklim gabungan di pagi hari tadi dan gathering alumni Ganesha Public Speaking (sekaligus bukber) sore ini.

Qadarullah taklim ga bisa ikut karena nemenin suami dulu urusi sesuatu dan baru selesai menjelang jam setengah sebelas. Lanjut pulang dan langsung menuju tempat taklim. Lokasina lumiyin jauh ternyata. Pake nyasar pula. Sampe sana udah sepi, jadi cuma jemput adek yang sudah disana duluan. Heuheu

Pulang ke rumah, rencana mau dianterin suami ke Tubagus buat ikut acara GPS, ga jadi karena motor dipake bapak dulu, begitu motor sampe udah mepet, beliau sendiri hampir kesiangan berangkat jam segitu. Kalo anterin aku dulu ntar dia telat banget sampe lokasi acara. Akhirnya diminta pake bis. Pas mau berangkat, si aku kambuh sakitnya. Jadi urung pergi.
*****
Ya, begitulah salah satu ciri lemahnya manusia. Kita hanya bisa berencana, izin Allah-lah yang menentukan terjadi atau tidaknya rencana kita.

Jadi rencana apapun, kuncinya bukan pada diri kita tapi pada izin Allah.

Adapun membuat rencana adalah sebuah ikhtiar sebagai perantara menjemput ridho Allah sekaligus menjadi ujian apakah kita bergantung pada rencana itu sehingga uring-uringan ketika tidak berjalan dengan baik, ataukah evaluasi untuk perbaikan di masa mendatang dengan tetap ikhlas menerima yang sudah menjadi ketetapan?

Dan bukti lemahnya manusia adalah, sakit satu bagian aja ternyata bisa bikin tubuh ada di kondisi yang ga enak.

Maka nikmat Allah yang mana hendak didustakan?

Segala yang menjadi kebutuhanmu akan dipenuhi. Dan Ia pasti akan memberikan semua yang engkau butuhkan, bukan yang engkau inginkan 🙂

*notifkerasdisuruhrehat*

Salam hangat, Esa Puspita
Family Development Enthusiast
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru. Facebooktwittergoogle_pluspinteresttumblrinstagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *