Reset

Sudah 2 pekan laptop saya tak mau menyala juga. Sudah memutuskan akan membawa ke service center tapi belum sempat.

Kasusnya, lampu indikator menyala tapi layar blank hitam seperti tidak sedang proses booting lalu mati lampunya. Sempat menyala normal, sempat menyala normal lalu tiba-tiba restart sendiri, sempat booting lalu restart sendiri berulang kali tanpa pernah masuk layar Windows, sempat lampu indikator menyala lama tanpa mati tapi layar tetap hitam

Ada apa ini. Ah, daripada kenapa-kenapa kan mending ke SC aja. Begitu pikir saya.

Sampai akhirnya hari ini penasaran mencoba menyalakan kembali. Percobaan pertama, booting masuk Windows bahkan sudah sempat ketik password dan harap-harap cemas bisa memindahkan data aplikasi tes STIFIn ke drive D. Qadarullah restart sendiri.

Permasalahan dan Troubleshooting Laptop

Nah, akhirnya googling deh. Mumpung si laptop ini mau nyala. Alhamdulillah, meskipun 2 opsi yang tersedia ga pas dengan kondisi laptop, tapi tipsnya biidznillah bisa dipake.

Solusi yang saya pilih hanya dari situs-situs resmi. Tersedia di laman situs resmi ASUS bisa diklik [disini] dan situs resmi Microsoft Windows, bisa diakses [disini]. Oh ya, laptop saya merk ASUS dengan sistem operasi Windows 10. Mungkin akan berbeda jika merk laptop dan OS lain.

Pilihan yang tersedia di laman ASUS artinya tidak ada masalah sebetulnya di laptopnya, kemungkinan masalah di sistem operasinya.

Pilihan Berat: Reset

Setelah mencoba langkah yang tersedia di laman Microsoft, alhamdulillah berhasil masuk ke menu Troubleshooting yang dimaksudkan.

Karena opsi restore ke point tertentu tidak dapat dilakukan (saya lupa pesan yang tertera), mengembalikan laptop ke kondisi sebelum update OS pun tak bisa, maka opsi yang tersisa hanya reset. Yang ini berarti kemungkinan file di drive C akan terhapus. Sebab ia seperti install ulang atau kalau smartphone mah reset factory kali ya.

Ada 2 opsi yang ditawarkan untuk reset:

  1. Reset dengan tetap menyimpan file pribadi.
  2. Reset dengan menghapus keseluruhan.

Sebetulnya saya kurang paham perbedaannya. Dan tidak mencari tahu saat memutuskan reset, hanya saja saya kira opsi 1 lebih aman jadi tadi saya pilih opsi 1.

Proses berlangsung sekitar 1-1,5 jam. Usai reset selesai, layar Windows awal akan tampil. Dan untuk masuk ke layar utama, kita diminta memasukkan password akun Microsoft.

Alhamdulillah berhasil masuk. Saat saya cek di Windows Explorer, data Program Files lama ternyata sama si Windows ini disimpan di folder C:\windows.old

Aaahhh senangnya alhamdulillah data STIFIn berarti terselamatkan 😍

Tinggal perlahan install ulang semua program termasuk aplikasi STIFIn. Yang penting database nya aman, InSyaAllah 😁

File-file di D:\ saat saya cek folder-foldernya sih aman. Bahkan Quick Access-nya pun masih ada. Alhamdulillah ada fitur troubleshooting. Terbantu sekali 😍

Catatan: pastikan teman-teman ingat dan hafal password akun Microsoft nya yaa.. Sebab untuk langkah restore, reset dll ini butuh password akunnya.

Hikmah Kehidupan: Reset Your Life

Dalam hidup..

Terkadang kita juga menemukan diri error ga kayak biasanya atau tidak semestinya. Mudah menyerah, mudah lelah, tak bergairah, dll.

Jika belajar dari kesalahan laptop ini, diantara kemungkinan penyebabnya adalah update-an atau install aplikasi yang membuat crash.

Mungkin, kita meng-apdet ilmu yang salah sehingga hati dan pikiran kita crash. Mungkin kita menjalankan aktivitas yang salah sehingga error.

Padahal setiap orang memiliki bawaan fitrah yang ketika fitrah itu tercederai, tubuh hati dan pikiran merespon memberikan sinyal error. Tinggal kitanya mau peduli pada sinyal error tersebut atau tidak.

Kita mesti pandai mengingat ada kejadian apa saja sebelum error ini terjadi agar bisa memahami bagaimana treatment yang tepat. Seperti halnya saat laptop ini error, sistem menanyakan apa yang terjadi sebelumnya? Apakah ada program yang baru-baru ini diinstall? Coba uninstall program tersebut. Itu kira-kira solusi pertama yang ditawarkan Windows atas permasalahan laptop.

Maka kita perlu cek juga, apakah ada kejadian tertentu baru-baru ini? Uninstall perasaannya.

Apakah keerroran terjadi pasca upgrading ilmu? Cek jangan-jangan kita salah memahami.

Kunci utama: Ridho pada Kondisi Saat Ini

Saat menyadari laptop saya tak mau berfungsi dan ingat ada data yang hendak diselamatkan, saya sedih. Murung. Cukup mengganggu aktivitas.

Lalu mulai menyadari, semua yang telah terjadi sudah menjadi takdir. Dan takdir terjadi atas izin Allah.

Takdir Allah selalu baik.

Hanya saja seringkali kita masih terhijab untuk memahami hikmah/kebaikan di dalamnya..

Entah hijab itu karena dosa kita, kerasnya hati kita atau disebabkan kurangnya pemahaman atas iman kepada qodho dan qadr..

Maka saya berulang kali mengajak dan meyakinkan diri untuk ridho. Menerima dengan ikhlas bahwa semua sudah terjadi. Lalu move on.

Kunci kedua: Memohon Pertolongan Allah dan Berikhtiarlah

Bersamaan dengan mengajak diri untuk ridho, saya memohon pertolongan Allah untuk dilapangkan hati dan dikuatkan pemahaman bahwa takdir Allah selalu baik. Lalu berserah, andaipun tak terselamatkan, maka itu yang terbaik.

Teruslah memohon pertolongan Allah. Apakah ia akan menyala dan berfungsi sendiri, atau melalui ikhtiar ke service center.

Qadarullah malah bukan keduanya, melainkan hal yang lebih baik lagi. Saya melakukan reparasi sendiri dengan hidayah ide yang Allah berikan.

Jadi seperti kisah Hajar dan Air Zamzam ya 😅

MasyaAllah.

Reset Your Kids

Pun dalam dunia anak. Ada kalanya anak nampak “tak sesuai harapan”. Maka cek pergaulannya, tontonannya, lingkungannya (termasuk contoh dari kita orang tuanya), cek makanan dan semua yang masuk ke dalam tubuhnya, apakah ada yang salah sebelumnya?

Setelah itu yang kita lakukan bukan mencari kambing hitam, tapi melakukan upaya perbaikan. Dan dari kasus ini, jangan buru-buru memberikannya pada service center tapi belajarlah memperbaikinya sendiri dengan bantuan FAQ dan Manual dari Penciptanya. Rujuklah alQuran dan Sunnah, apakah permasalahan tersebut ada panduannya?

Dengan kesempurnaan ajarannya, saya yakin sebetulnya solusinya dalam Islam sudah Allah sediakan. Hanya saja mungkin akses kita terhadap FAQ/Manual/Troubleshooting ini terbatas.

Jika sudah mengupayakan maksimal, mempercayakan perbaikan pada ahlinya adalah cara terbaik InSyaAllah.

Kesimpulan

Maka mari syukuri dan jaga baik-baik segala harta benda dan keluarga yang Allah titipkan. Pelajari manualnya dengan baik, pelajari setiap konsekuensi dengan baik dan teruslah memperbaiki diri..

Ikhtiar semaksimal mungkin dan berserah dirilah sejak awal mulanya.

wallahu a’lam.

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and STIFIn Trainer
Follow instagram @esapuspitaFacebooktwitterpinteresttumblrinstagram

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: