Setelah Kegelapan yang Berlapis-lapis, Allah Siapkan Cahaya yang Terang Benderang

Setelah Kegelapan yang Berlapis-lapis, Allah Siapkan Cahaya yang Terang Benderang

==========
Pernahkah anda mendengar kisah nabi Yunus?

image

Tersebutlah karena badai yang sedemikian dahsyat, diundi siapa penumpang yang harus dilempar ke laut agar perahu dapat lebih stabil.
Dari undian itu, muncul nama Yunus. Para penumpang lain yang tahu bahwa Yunus adalah orang baik kemudian memutuskan melakukan pengundian lagi. Dan qadarullah muncul lagi nama Yunus. Para penumpang masih tidak percaya. Hingga dilakukan pengundian ketiga. Nama Yunus yang kembali keluar.

Nabi Yunus menyadari bahwa ini adalah ketentuan Allah. Ia menerimanya dan menceburkan diri ke laut.

Setelah nabi Yunus tak lagi berada di kapal, kapal jadi lebih stabil dan badai berhenti.

Di dalam laut, nabi Yunus menyerahkan dirinya pada Allah dan memohon ampun karena telah meninggalkan kaumnya dalam keadaan marah.

Ya, nabi Yunus marah, menyerah karena kaumnya tidak juga beriman pada Allah. Tidak mempedulikan seruan dakwahnya.

Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka innii kuntu minazh zhaalimiin..
Doa itu terus diulangnya. Doa yang kemudian diabadikan dalam al-Quran.

Nabi Yunus yang terombang-ambing di laut itu kemudian dimakan ikan yang sangat besar. Hingga akhirnya ia berada dalam kegelapan yang berlapis-lapis:
Kegelapan di dalam perut ikan, di lautan yang dalam dan di tengah gelapnya malam.

Betapa gelap tanpa sedikitpun cahaya.

Tak putus ia memohon ampun pada Allah, menyesali kesalahannya. Hingga kemudian Allah menerima taubatnya.

Lantas usai Allah menerima taubatnya, nabi Yunus tidak serta merta langsung selamat berada di daratan. Allah buat ikan besar tadi merasakan sakit di perutnya dan kemudian mengilhamkan sang ikan untuk menuju daratan.

Dan bukankah perjalanan dari dasar lautan itu perjalanan yang membutuhkan waktu tidak sebentar? Nabi Yunus kemudian melakukan hal positif lain: berbaik sangka pada Allah seraya tetap bertasbih memujiNya. Allah sudah mengampuninya dan apalagi yang diinginkannya selain keridhaan Allah?

Dan akhirnya Allah memberikan hadiah indah pada nabi Yunus. Bukan hanya diselamatkan hingga tiba di daratan tapi juga kado berupa berimannya seluruh penduduk Ninawa, kaum yang dulu enggan menerima dakwahnya. Kaum yang dulu ia tinggalkan dalam keadaan marah. Tapi kini menyambut beliau dengan hangat.

**********
Teman, terkadang kita merasakan permasalahan yang datang bertubi-tubi. Semakin jatuh dan terpuruk. Rasanya dada sesak oleh semua kesulitan yang menimpa diri kita.

Maka perbanyaklah doa, memohon ampunan Allah. Mungkin karena ada kezhaliman yang tak kita sadari, mungkin ada kemarahan yang tidak selayaknya, mungkin ada hal tidak baik dalam tindakan kita, atau mungkin karena kita melepaskan kebaikan yang kita lakukan.

Setelah memperbaiki semuanya, kemudian berbaik sangkalah pada Allah. Siapa tahu “ikan” kita sedang bergerak menuju daratan. Mulai menuju cahaya yang dihadiahkan.

لَا اِلٰهَ اِلَّا اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّا لِمِيْن

Bandung, 2 Maret 2016.
Esa Puspita.

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.
Sending
User Review
0 (0 votes)
Facebooktwittergoogle_pluspinteresttumblrinstagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *