Taat

Sebuah kalimat “sami’na wa atha’na” nampak seperti sederhana.
Kami dengar, kami taat

Kenyataannya, untuk mendengar saja kadang kita enggan, apalagi untuk taat, ujiannya bejibun.

Dalam kehidupan pernikahan misalnya, Allah memerintahkan seorang istri untuk khidmat dan taat pada suami.
Siapa yang tak tahu perihal itu? .
Akan tetapi, tidak sedikit ujian seorang istri untuk memenuhi perintah Allah itu.
Akal dan emosi seringkali turut campur dalam pengambilan keputusan mengenai ketaatan.

Saat muncul konflik kepentingan, seorang istri hendaknya mendahulukan suami. Bahkan di atas orang tuanya.

Saat hendak bepergian, istri hendaknya tak keluar rumah kecuali atas izin suami. Bahkan sekadar berkunjung ke rumah orang tua.
Dan masih banyak lagi. .

Sulit. Jika tanpa kekuatan iman. .
Dan cukup sulit pada kondisi dimana istri dalam posisi lebih tinggi.
Cukup sulit ketika seorang istri Mesin Kecerdasannya sama dengan sang suami, atau istri menaklukkan suami.
Akan bertambah sulit ketika pemahaman agama kurang, keimanan kembang kempis.

Maka, mohonlah pertolongan Allah. Agar dimudahkan untuk taat.

Mohonkan kekuatan.

Sebab taat itu lelah. Sehingga kadang ingin menyerah.
Kuatlah. Sebab ia berbuah jannah

Perjalanan menuju surga, senantiasa menyelisihi hawa nafsu. Bersabarlah.

IG Story tanggal 29 Mei
Ditulis kembali hari ini, 30 Mei.

Esa Puspita
Great Family Activator
#KonsepSTIFIn #HubunganSegilima #HubunganSosial

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru. Facebooktwittergoogle_pluspinteresttumblrinstagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *