Tali Kekang

Dalam menyikapi suatu hal, terutama kegagalan pencapaian, ada beragam sikap seseorang (atau sekelompok tim). Sikap itu kemudian dapat dikelompokkan menjadi 2 jenis yang dipengaruhi oleh kontrol seseorang terhadap kejadian tersebut.

Di TDA Camp kemarin, inilah yang diperkenalkan dalam studi kasus “kejutan coffee break“. Kenapa saya bilang demikian? Begini.

Usai pembukaan dan sesi pembentukan kelompok, yel-yel dan sebagainya, kami diberikan kesempatan untuk menikmati hidangan coffee break. Tak ada instruksi apapun hingga terjadi desas-desus. Tentang apa? Woohooo rupanya ada tugas. Tak tanggung-tanggung, setiap kelompok diminta menuliskan 50 poin permasalahan bisnis, print di A4. Tugas itu sendiri saya ketahui saat menjelang sesi berikutnya.

Apa yang terjadi setelah itu? Tidak ada satupun yang berhasil menyelesaikan tugas sesuai dengan permintaan.

Lalu apa hubungannya dengan tali kekang aka yang kemarin diperkenalkan dengan konsep “kendali diri“? Jawabannya adalah dari “alasan” yang dikemukakan.

Jika teman-teman ada di posisi kami saat itu, akan memberikan alasan apa? Minimal 5 alasan.. Tuliskan di kolom komentar ya. Jika ada setidaknya 10 komentator, akan saya lanjutkan tulisannya 😀
Insyaallah.

image

Salam hangat, Esa Puspita
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru. Facebooktwittergoogle_pluspinteresttumblrinstagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *