TDA Camp, Kalibrasi Kami

F ketemu orang
T kembali ke alam
Itu sedikit catatan saya tentang kalibrasi berdasarkan Mesin Kecerdasan dalam konsep STIFIn.

Saya yang seorang Feeling memang sebaiknya bertemu dengan banyak orang untuk semakin mengasah sikap feeling saya yang selama ini tidak saya lakukan karena berbagai alasan.

Sementara suami yang Mesin Kecerdasannya Thinking, kembali ke alam adalah jalan kalibrasinya.

Maka ketika di perjalanan menuju tempat TDA Camp dilaksanakan, ini jadi obrolan kami berdua. Acara ini menjadi kalibrasi untuk kami sekaligus.

Trus, ngomong-ngomong, apa sih kalibrasi itu? Sederhananya, ia semacam kegiatan untuk refreshing yang maksimal. Cara paling baik untuk meningkatkan semangat dan kinerja. Meng-nol-kan kembali rasa yang berantakan semasa kerja sehingga siap menghadapi next episode #hyaaa

Ya, meskipun semua kemungkinan besar akan sangat senang disodori pemandangan menakjubkan alam di Lembang sana. Dengan berbagai rangkaian kegiatan yang saya belum bisa bayangkan sama sekali.

Begitu sampai ke lokasi TDA Camp, sambutan hangat panitia membuat atmosfer persaudaraan di TDA Bandung begitu terasa. Memang ini bukan pertama kali saya bertemu mereka (terutama para ibu-ibu WWC) tapi atmosfer itu begitu terasa. Bahkan ketika bertemu dengan panitia laki-laki yang dapat dikenali dari pakaian seragam Pesta Wirausaha-nya, mereka ramah menyapa kami yang baru bergabung ini.

Layaknya camping, acara ini dibuat dengan konsep sederhana yang fun. Dengan tagline Live, Love, Learn dan Legacy, panitia TDA Camp Bandung berhasil mentransfer nilai-nilai dari tagline tersebut pada peserta.

3 sesi prinsip Self Leadership mengisi hari pertama TDA Camp Bandung sedari pagi hingga Sore. Sesi pertama tentang sebuah kata bernama integritas. Penyajian yang bagi saya tidak biasa. Jika kebanyakan penyaji langsung to the point bahas kemudian penjelasan, coach FR melakukan pendekatan interaktif.

Ada kejutan di tengah coffee break pagi usai sesi pertama, yang ternyata kemudian menggali hal mendalam di sesi berikutnya. Apakah itu? Kendali Diri.

Seringkali kita abai terhadap kemampuan kendali diri ini. Bersandar pada pihak luar dan enggan mengevaluasi diri. Benarkah ketidakmampuan kita mencapai sebuah target, mengerjakan sebuah tugas, menunaikan sebuah janji adalah murni keterbatasan yang melingkupi?

Rupanya kita lupa bahwa diri ini sejatinya memiliki kendali atas situasi. Dalam “simulasi” yang diberikan di saat coffee break tersebut, peserta diajak merenung. Kenapa tak satupun kelompok yang selesai mengerjakan tugas sesuai instruksi?

Hasil mencengangkan usai pengumpulan “alasan” kenapa belum mengerjakan tugas, dari 10 kelompok, hanya ada 1 kelompok saja yang menuliskan alasan yang tergolong kendali diri internal. Itupun hanya 1 poin dari 5 alasan yang dituliskan. Bayangkan. 5 alasan dikali 10 kelompok = 50 alasan. Dan hanya 1 saja yang masuk kendali internal.

Selesai sesi ini, ada kejutan lagi. Apakah itu? Cek foto yuuu
image

Ouw ouw.. kendali diri juga kah ini? 😀
Ada apa ya di balik foto ini? Coba nanti cek di TDA Camp Batch 3 aja deh.

Lanjuutt..

Sesi ketiga membuat hampir seisi ruangan haru. Ada rasa bercampur di situ. Coach FR menuntun setiap peserta untuk menemukan Visi Diri.

Lho, ini kan komunitas bisnis. Apa hubungan bisnis dan semua sesi di hari pertama itu? Ikutan TDA Camp berikutnya aja ya. Biar lebih jelas. Dan biar saya ga usah ngetik lagi. Tinggal  lanjut ke cerita hari kedua 😀

image
Now we are registered member ^^

=====
Tambahan aja:
Selain 2 Mesin Kecerdasan (MK) di atas, untuk MK lain saya coba catatkan disini ya kalibrasinya..
Intuiting: tidur atau nonton film yang unik, bisa juga film detektif dsb
Sensing: bergerak, berkeringat
Insting: Silaturahmi

Eh, emang apa bedanya ketemu orang sama silaturahmi? Silaturahmi lebih pada mendatangi, menyambung ikatan dengan mereka yang sudah kita kenal, sementara ketemu orang bisa bebas siapapun.

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru. Facebooktwittergoogle_pluspinteresttumblrinstagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *