Terapi Bibit Genetika

Terapi Bibit Genetika

Kemarin kembali berkesempatan ngetes STIFIn. Dan ini menjadi kali kedua tes plus terapi emosi.

Bermula dari “ga nyangka hasilnya Feeling. Aku dan temen2 ngira Thinking soalnya aku tuh gini gini gini” berlanjut pada penelusuran masa kecil.

Oke. Jelaskan beberapa poin saja tentang Feeling, dia mengangguk mengiyakan. Lalu saya bertanya, “orang tua ada? Sehat?” dia menjawab ada, sehat. “apakah ketika kecil teteh mendapatkan cukup pelukan, kasih sayang dan ekspresi cinta secara verbal?” Matanya mulai berkaca.

Saya tidak sedang meramal. Tapi umumnya, seseorang yang tak nampak sisi genetiknya itu karena ia terkubur. Dan salah satu penyebabnya biasanya karena luka pengasuhan (atau biasa dikenal dengan istilah innerchild).

Saya memberikan perumpamaan: “bibitnya ada. Sudah tertanam di tanah. Pertanyaannya: apakah TANAHNYA CUKUP SUBUR? Lalu apakah IA DISIRAMI dan diurus serta DIBERI PUPUK? Dan kalaupun lahan tempat tumbuhnya baik, bisa saja BIBIT ITU TIDAK TUMBUH karena di atasnya TERTIMBUN SAMPAH sehingga terhambat pertumbuhannya”

Setelah melihat matanya berkaca tapi mencoba menahan, saya ajukan sebuah terapi sederhana “teteh mau saya peluk?” tanpa menunggu ia menyondongkan badannya dan saya pun memeluknya. Ia mulai menangis.

Lalu setelah pelukan selesai, ia mulai bercerita hal-hal yang mengganjal di hatinya. Saya menawarkan untuk melanjutkan dengan terapi healing. Tangisnya pecah meski pertahanan emosinya belum sepenuhnya lepas.

Dari terapi ini, saya tanya, “jika dimisalkan angka 1-10, ada dimana perasaan teteh saat ini?” Di angka 9. Setelah terapi alhamdulillah rasa kecewanya turun jadi di angka 4.

MasyaAllah. STIFIn dapat membantu memetakan kira-kira apa saja penyebab luka seseorang dan bagaimana mengatasinya. Dan terapi healing menjadi salah satu teknik penyelesaiannya.

Inilah jalan dakwah yang saya tempuh. Bismillah.

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru. Facebooktwittergoogle_pluspinteresttumblrinstagram

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: