The New Me?

The New Me?

Berani tampil.. Itu esensi yang sering ditekankan di kelas Public Speaking Basic. Saya, angkatan 93. Dan hari ini adalah hari terakhir kelas, besok Final Presentation..

Kejadian yang berkesan sekali di acara hari ini justru ketika relaksasi menjelang penutupan acara. Peserta Training diminta untuk memejamkan mata dan membayangkan sebuah tempat yang paling nyaman.

Saya, ketika itu membayangkan sebuah taman yang entah pernah saya lihat darimana. Sebuah taman dengan sebuah kursi panjang dinaungi pepohonan rindang. Di bagian depannya ada sebuah danau luas yang bersih. Di sekeliling taman itu dipenuhi tanaman hijau nan indah (tak jelas bunga atau sekadar daun, maka saya tulis tanaman).

Bayangan taman yang indah itu muncul seketika saat trainer meminta kami membayangkan tempat yang nyaman. Kemudian ketika kami diminta membayangkan sebuah cahaya, entah kenapa muncul sebuah cahaya terang dari atas. Cahaya yang kemudian membuat saya ingin bangkit untuk mendekatinya.

Benar saja, trainer meminta kami mendekati cahaya itu. Tetiba muncul anak tangga, satu demi satu ketika saya melangkahkan kaki. Naik melewati danau, seperti mengawang menuju langit tempat dimana cahaya itu muncul.

Pelan tapi pasti langkah kaki terus menapak di setiap anak tangga yang muncul segera setelah saya mengangkat kaki untuk naik menuju cahaya tadi. Maka ketika trainer meminta kami membayangkan di cahaya itu ada lingkaran, saya menggambarkannya sebagai lingkaran kecil yang perlahan membesar. Dan tanpa diminta cahaya itu data, mendekati tangan saya untuk kemudian saya genggam dan saya masukkan ke dalam dada. Seketika rasanya rongga dada ini terisi penuh dengan cahaya.

Trainer meminta kami melihat ke dalam lingkaran itu tanpa memberi instruksi lebih lanjut. Tapi saya kemudian membayangkan sebuah tempat yang begitu terang. Kemudian ketika trainer meminta kami membayangkan di dalam lingkaran itu ada sesosok yang sedang tampil di depan umum.

Bayangan itu muncul, sebuah panggung besar dengan seseorang yang sedang tampil. Kemudian terbayangkan sedikit demi sedikit seperti yang digambarkan sang trainer. Hingga akhirnya saya membayangkan yang lebih jauh dibanding yang diinstruksikan.

Ketika sosok itu selesai tampil dengan standing applause dan sambutan meriah dari audience, saya melihat sosok mamah, bapak dan anak-anak menatap dengan bangga. Kemudian disambut anak yang lari ke arah sosok itu lalu turun podium. Suami pun mendekati sosok itu dan memeluk ketiganya. Kemudian mamah-bapa memeluk mereka dengan hangat. Ah, sosok itu..

Kemudian sosok itu mengulurkan tangannya, seperti hendak mengajak saya untuk turut serta. Ketika saya menyambut uluran tangannya, ia mengajak saya masuk ke lingkaran itu kemudian tiba-tiba perlahan tangannya melebur, memeluk saya hingga akhirnya keseluruhan sosok itu melebur ke dalam diri saya.

MC pun memanggil dan secara otomatis saya menuju panggung dan menerima a bucket of flowers. Woooww.. is it Me?

NewPerson

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Facebookinstagram

Tinggalkan komentar