Tips Mengatasi Bayi Rewel Sore Hari

Kehadiran Hasna di keluarga kecil kami adalah anugerah yang dinanti terutama oleh suami dan para kakek nenek. Beberapa keunikan yang nampak pada Hasna membuat saya belajar lagi.

Yap, setiap anak lahir dengan proses, cara dan tumbuh kembang yang unik. Begitu pula sifat mereka sejak dalam kandungan hingga setelah terlahir ke dunia.

Hal yang baru saya alami saat mengasuh putri kecil kami adalah anaknya sangat sensitif dengan ketidaknyamanan. Entah karena pipis, eek, bahkan urusan suhu. Kesensitifan yang paling membuat geli adalah urusan suhu.

Daerah tempat kami tinggal saat ini cenderung hampir di arah gunung sehingga suhunya dingin. Menurut saya, suami dan kedua kakaknya, Cipageran adalah daerah yang dingin dibanding tempat tinggal kami di Bandung. Awal kami pindah bahkan sampe menggigil saat pagi dan sore menjelang. Jangan tanya kalau malam. Hehe. Begitu pun pendapat orang tua kami. Dan memang demikian menurut tetangga. Dingin.

Ternyata suhu yang cukup rendah tersebut bagi Hasna tidak selalu sesuai. Semula kami tak tahu apa penyebab bayi newborn ini rewel setiap kali menjelang sore.

Saya sempat menduga bahwa Hasna terkena kolik karena dia menangis hampir tanpa jeda setiap sore hari. Maka saya mencari tahu informasi mengenai kolik.

Lakukan Hal Berikut Jika Bayi Rewel Sore Hari

Kolik (colic) merupakan sebuah situasi dimana bayi terus menerus menangis tanpa sebab. Hal ini terjadi pada sekitar 20% bayi di beberapa minggu awal setelah ia lahir dan biasanya berhenti setelah usia 4 bulan.

Tapi bayi yang rewel di sore hari belum tentu karena kolik. Maka coba cek kembali apa yang jadi penyebab anak menangis dan rewel di sore hari.

Penyebab Anak Menangis

Umumnya saat anak menangis, ada ketidaknyamanan yang akan selalu kita coba cari tahu penyebabnya. Sebab bayi belum bisa mengutarakan ketidaknyamannya kecuali dengan menangis. Diantara penyebab anak menangis adalah:

  • Lapar
    Maka susuilah.
  • Pipis atau eek, atau popok sudah penuh (jika menggunakan popok baik popok kain maupun popok sekali pakai)
    Maka bersihkan.
  • Bosan
    Maka ajak anak keluar ruangan atau melakukan kegiatan selain yang sedang dilakukan.
  • Ingin ditemani
    Maka temani anak bermain.
  • Lelah
    Biasanya karena perjalanan atau capek tengkurap (bagi anak yang baru bisa tengkurap) dan ingin kembali rebahan (terlentang).
  • Tak nyaman dengan suhu sekitar
    Suhu ruangan terlalu dingin atau terlalu panas sehingga anak tidak nyaman.
  • Pakaian tak nyaman, misal terlalu ketat
    Pakaian terlalu ketat, basah atau bahannya tidak nyaman dapat membuat bayi menangis.
  • Kondisi ruangan tak nyaman misal terlalu terang atau terlalu gelap
  • Hidung tersumbat
  • Ada dahak di tenggorokannya
  • Badannya sakit
  • Ruam popok
  • Susah buang air besar
    Hasna pernah mengalami ini. Tangisannya mirip rintihan. Duh sedih deh. Cuma bisa elus2 punggung dan pinggangnya sambil memposisikan dia agak jongkok untuk membantu pupnya keluar dengan bantuan gaya gravitasi.
  • Mulas menjelang BAB
    Terkadang beberapa bayi merasakan mulas menjelang buang air besar. Hasna pernah ngalamin. Setelah pup, dia tak lagi menangis.
  • Gumoh
  • Mual (biasanya berujung muntah)

Jika semua pengecekan di atas sudah dilakukan dan anak masih rewel, bisa jadi memang kolik. Sebab dalam kondisi kolik, semua upaya kita menghilangkan ketidaknyaman seperti yang dituliskan di atas menjadi tidak terlalu berefek.

Karena kolik pula lah ada beberapa ibu merasa dirinya tak becus mengurus anak. Apalagi jika tinggal serumah dengan orang tua. Duh, ujian sekali deh. Kemarin sempat begitu soalnya. Hehe.

Padahal kolik sendiri hingga saat ini belum diketahui penyebab pastinya. “Standar” waktu yang diberikan toleransi pada kasus kolik adalah 3 jam (atau lebih) sehari selama sekitar 3 hari dalam seminggu. Dapat terjadi selama 3 pekan atau lebih.

Para ahli sepakat kolik bukanlah gangguan kesehatan dan seringkali tak terdeteksi. Karena seringnya tangisan akibat kolik dimulai sejak petang menjelang malam dalam tempo beberapa jam dengan tangisan yang keras dan tak henti-henti, beberapa orang tua menganggap ini kejadian mistis. Padahal ini adalah hal normal dan insyaallah tidak berdampak buruk untuk tumbuh kembang anak ke depannya.

Fakta Tentang Kolik

Para ahli sepakat bahwa kolik adalah hal yang termasuk normal terjadi pada bayi. Berikut pernyataan beberapa ahli mengenai kolik.

  1. Kolik tidak mengindikasikan ada yang salah dengan tubuh bayi.
  2. Kolik dimulai dan muncul setelah beberapa hari bayi lahir.
  3. Kolik sama sekali bukan kesalahan asuh orang tua. Plis jangan memberikan beban tak perlu untuk ibu yang baru saja melahirkan.
  4. Perut kembung dan masuk angina bukanlah penyebab kolik.
  5. Kejadian kolik tidak ada kaitannya dengan tumbuh kembang dan sifat bayi kelak yang menjadi pemarah. Itu mah murni lingkungan yang mendidiknya jadi pemarah #ups maaf yaa
  6. Kolik insyaallah akan membaik dengan sendirinya tanpa perlu penanganan khusus.
  7. Tenangkan bayi yang terkenan kolik merupakan cara yang dapat dilakukan. Ibu harus tetap tenang yaa.

Saat Bayi Rewel Sore Hari, Benarkah Kolik?

Setelah baca-baca tentang kolik, saya beranggapan Hasna terkena kolik sehingga mencoba lakukan pencegahan agar tidak terjadi lagi pada Hasna. Hanya saja waktu itu data yang saya peroleh lebih pada makanan yang perlu dihindari.

Saya yang menikmati sekali me time dengan segelas coklat hangat harus rela menghentikannya karena coklat konon termasuk yang bisa menjadi penyebab kolik (meskipun data ini masih dipertanyakan validitasnya). Makanan yang perlu dihindari bisa coba cek gambar di bawah ini.

Hingga satu saat, mamah yang sedang mengantar adik ipar cek kandungan ke bidan tempat saya lahiran menanyakan perihal Hasna pada bu bidan. Tips dari ibu bidan Cuma 1: “coba dimandikan pakai air hangat. Anak pertama saya seperti itu.” Dicoba lah tips itu dan cukup berhasil.

Kenapa dikatakan “cukup”? Karena ada saat dimana Hasna tetap rewel.

Sebelumnya setiap sore Hasna tidak dimandikan tapi hanya diseka menggunakan waslap karena beberapa kekhawatiran. Ternyata Hasna sangat sensitif dengan suhu. Siang menjelang sore mungkin saat yang tak nyaman karena pergantian suhu.

Ditambah beberapa kali kena ASI sepertinya membuat Hasna ga nyaman. Kareunang kalau istilah sundanya mah. Mandi selain menyegarkan tubuh karena terbebas dari bekas ASI dan keringat, juga bisa bantu mengatur suhu.

Setelah coba tips untuk memandikan Hasna di sore hari, beberapa hari tenang tapi ga lama kemudian masih juga ada momen terulang. Mukanya merah. Ternyata dia kegerahan.

Maka kami inisiatif setiap kali mukanya merah, dikipasi dengan kipas biasa. Ga berani lagi pake kipas angin karena pernah dicoba saat di rumah mamah. Kejadiannya malah saya masuk angin dan bayinya pilek.

Setelah ketemu kemungkinan penyebab Hasna rewel, kami selalu lakukan hal yang sama saat melihat mukanya memerah. Dan alhamdulillah sejauh ini jarang sekali rewel sore maupun menjelang maghrib kecuali karena kepanasan.

Karena sudah tahu salah satu penyebab ketidaknyamanan Hasna adalah suhu yang menurut dia terlalu panas, maka kami paham ketika kemarin ke Jakarta dia masih rewel rupanya AC kamar hotel kurang dingin (padahal itu sudah 23 dan menurut kami dingin). Ketika di perjalanan saya pakaikan dia jaket dan jilbab agar hangat, khawatir kedinginan kena AC mobil ternyata malah ga bisa tidur nyenyak. Setelah jaket dan jilbab dilepas, hanya kaos pendek dan celana panjang, ia anteng sampai tujuan. Subhanallah yaa 😀

Jadi jika bayi anda rewel sore hari, mungkin penyebabnya kolik atau malah sesederhana pengen mandi sore maupun sekadar kegerahan ingin dikipasi.  Selamat belajar mengasuh bayi ibu dan ayah 😉

Salam hangat, Esa Puspita
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru. Facebooktwittergoogle_pluspinteresttumblrinstagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *