Tips Perawatan Acer One 10

Setelah sebelumnya Acer Aspire hijau saya tak terselamatkan karena LCDnya entah kenapa tiba-tiba ada layar hitam menggurat dan terus membesar, Acer One 10 jangan sampai memiliki nasib yang sama: terbengkalai dan ga sempat service.
Eh sebetulnya yang Aspire One itu bukan terbengkalai sih, memang waktu itu ga sengaja layarnya pecah. Coba cari info, biaya memperbaikinya sampai 1,5 jutaan. Kata suami: mending beli lagi aja πŸ˜€

image
My Acer One

Oke, kembali ke Acer One 10 (AO10) ya. Kalau ga salah tipe ini disebut notebook hybrid karena selain jadi notebook juga dapat dijadikan tablet. Meski awalnya saya agak bingung juga sih mengingat sistem operasi si AO10 ini kan Windows ya. Sementara tablet biasanya berbasis Android.

Sedari awal beli, bermasalah sama USB cable untuk charging. Slotnya seperti longgar sehingga butuh trik tertentu supaya bisa charging. Waktu itu tidak terlalu dipedulikan.

Kemudian seringkali kerjaan terganggu karena seolah-olah layar lepas sendiri. Maksudnya gimana? Jadi ketika layar dicopot dari keyboard, otomatis akses ke memori di keyboard (memori D) tidak bisa dilakukan. Hanya bisa akses memori di C. Menyebalkan karena kadang bikin ga bisa save (saya punya kebiasaan ketika rehat pasca update file atau dokumen, langsung save untuk memastikan perubahan tersimpan segera, tidak menunda selesai semuanya).

Sampai suatu ketika, keyboard nya mulai macet. Ga terlalu saya anggap masalah karena masih dominan menggunakan mouse dan ada keyboard virtual. Sayangnya kemudian yang sangat mengganggu adalah ketika si notebook mulai ngaco. Seolah ada tombol yang ditekan terus menerus atau fungsi yang berjalan sendiri.

Dan puncaknya adalah ketika keyboard virtual ga bisa dipake, “tombol berjalan sendiri” makin mengganggu karena sulit akses program maupun Windows Explorer. Ah ini mah fix kudu di-service.

Puncak kerusakan itu Desember. Baru service Maret kemarin. Itupun ga sengaja πŸ˜€
Alhamdulillah notebook masuk ruang operasi saat masih ada garansi sehingga ia keluar “rumah sakit” hanya perlu membayar 44.000 rupiah saja. Itupun untuk beli kabel USB baru. Nah, hal-hal yang saya perhatikan dan info yang saya dapat terkait unit AO10 akan coba di-list disini.

1. Kabel USB
Ketika pertama kali menerima kabel baru, saya coba cek. Perasaan sama aja. Sampai akhirnya saya nemu satu hal berbeda: gigi kabel. Yang kayak gimana sih?

image
Gigi USB Kabel

Coba perhatikan gambar di atas. Yang dimaksud gigi adalah bagian yang saya lingkari. Bagian yang membuat charger “klik” saat dimasukkan ke slot USB charge adalah tonjolan yang seperti gigi di foto bawah. Foto atas adalah kabel lama sedangkan foto bawah adalah kabel baru. Sekarang charging ga ada masalah. Jadi kalau ada masalah kabel longgar, cek giginya lalu belilah yang baru. Kabelnya aja, head-nya ga perlu beli lagi.

2. Lid sering “terlepas”
Hal ini menyebabkan seolah layar dan keyboard terpisah (dicopot) padahal nggak. Sehingga akses ke D terputus. Repot nih kalo pas pake source file yang disimpan di D. Ini penyebabnya adalah kabel sambungan yang longgar di layar, kata CS. Jadi ya sebaiknya begitu sering terjadi “copot tanpa dilepas” itu langsung ke service center aja.

3. Permasalahan keyboard stuck
Menurut CS, karena saat melepas layar dari keyboard (dipisahkan) tidak di-eject terlebih dahulu. Itu saya baru tahu sih. Tapi sebelumnya jarang lepas-lepasin layar kecuali ya pas “lid seolah lepas” musti dicopot dulu layarnya, pasang lagi. Baru deh bisa berjalan seperti semula (bisa pake keyboard, mouse dan akses D).
Jadi bagi yang menggunakan Acer One 10, saat akan mencopot layar, eject dulu ya. Cek di status bar (kanan bawah) bagian logo USB (Safely Remove Hardware and Eject Media. Klik disana lalu “Eject USB3.0 SATA Bridge” di bawahnya ada keterangan nama direktori kita.

image

4. Keyboard virtual tidak berfungsi
Ini saya ga dapet penjelasan tapi sepertinya karena keyboard utama terganggu, sehingga mengganggu sistem dan begitulah.

Oke, itu saja tips dari permasalahan yang saya alami. Sempat bertemu dengan pemilik AO10 yang mendapat masalah Blue Screen padahal usia notebook-nya baru 3 bulan. Itu mah langsung ke service center aja sepertinya ya. Karena 1 tahun punya AO10 saya ga alami blue screen.

Terima kasih sudah membaca tulisan saya. Semoga bermanfaat ^_^

Salam hangat, Esa Puspita
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru. Facebooktwittergoogle_pluspinteresttumblrinstagram
34 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *