Wall Art Gallery

Wall Art Gallery

Pagi ini seperti baru melihat, rasanya takjub melihat salah satu sudut dinding rumah. Sudut rumah itu nampak tak biasa bagi saya pagi ini.

Ya, sudut rumah di bagian dinding dekat pintu kamar memang disediakan untuk menempel semua hasil karya anak sulung kami, Danisy (4 tahun 7 bulan). Suami “memberikan” bagian tembok itu untuk ditempeli apapun dan digambari apapun. Sedangkan bagian sudut sebelahnya adalah area suami, jadi anak-anak harus izin jika mau menempel atau melakukan sesuatu pada sudut abinya. Kecuali bagi Azam, dia belum sepenuhnya mengerti mengenai itu ๐Ÿ˜€

Danisy Art Gallery

Isi dinding sendiri beragam. Ada hasil cut-and-stick kreasi dari potong tempel kertas yang diwarnai (karena tidak ada kertas origami/kertas berwarna) sehingga dia berinisiatif menggunakan kertas HVS polos yang diwarnai sesuai yang ada di contoh, dan ada pula kreasi menggambar.

Danisy lebih senang menggambar dengan pulpen dibanding pensil karena menurutnya garis yang dihasilkan lebih jelas terlihat. Atau jika tersedia, Danisy akan lebih memilih spidol boardmarker milik saya dan suami yang biasa digunakan untuk menulisi paket kami ke customer ๐Ÿ˜€

Kreasi cut-and-stick ini berguna untuk melatih motorik anak meliputi:

  • Menggambar
  • Membentuk dengan menggunakan jangka
  • Memotong sesuai gambar/bentuk
  • Memotong, menempel dan melepas double tape
  • Menempel dengan lem (baru kemarin coba menggunakan lem setelah sebelumnya menggunakan double tape)
  • Menempel tumpukan kertas agar sesuai dengan target gambar yang diinginkan
  • Mewarnai

Sementara untuk gambar-gambar yang bukan bagian dari cut-and-stick, anak belajar menggambar sesuai imajinasinya. Sebaiknya tak perlu mengkritik ketika ia menggambar leher jerapah hanya berupa garis saja, tak perlu mengkritik jika ternyata sayap pesawatnya tidak proporsional dan bangau yang dibuat tidak menyerupai bangau, dan masih banyak lagi. Biarkan saja dulu ia menggambar sesuai keinginannya. Yang penting anak mau menggambar saja dulu.

Bagi saya, menggambar pada anak berfungsi hampir sama seperti menulis pada orang dewasa. Mereka terkadang bisa menceritakan isi hati mereka melalui gambar, atau memperlihatkan kesukaan mereka melalui hasil gambar yang dibuat.

Dari sini saya juga belajar, memberikan ruang khusus untuk anak berkreasi ternyata menjadi sebuah cara yang dianggap anak sebagai penghargaan atas diri dan karyanya. Ia seperti mendapat semangat tersendiri karena memiliki ruang khusus tempat menempel (dan memamerkan) hasil karyanya ^_^

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and STIFIn Trainer
Follow instagram @esapuspita Facebooktwittergoogle_pluspinteresttumblrinstagram

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: